BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Abad pertengahan merupakan kurun waktu yang khas. Secara
singkat dikatakan bahwa dominasi agama kristen sangat menonjol. Perkembangan
alam pikiran harus disesuaikan dengan ajaran agama. Demikian pula filsafat,
harus diuji apakah tidak bertentangan dengan ajaran agama islam.
Filsafat abad pertengahan menggambarkan suatu zaman yang
baru di tengah-tengah suatu perkumpulan bangsa yang baru, yaitu bangsa eropa
barat. Filsafat yang baru ini disebut skolastik.[1]
Pada masa pertumbuhan dan perkembangan filsafat eropa (
sekitar lima abad ) belum memunculkan ahli pikir ( filosuf ), akan tetapi
setelah abad ke-6 masehi, baru muncul ahli pikir yang mengadakan penyelidikan filsafat.
Jadi, filsafat Eropa yang mengawali kelahiran filsafat barat abad pertengahan.
