Selasa, 10 Juli 2012

Penelitian Ilmiah


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Perkembangan dan pengembangan ilmu pengetahuan mensyaratkan dan memutlakkan adanya kegiatan penelitian. Tanpa penelitian itu ilmu pengetahuan tidak dapat hidup.
Pada pokoknya kegiatan penelitian merupakan upaya untuk merumuskan permasalahan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, dengan jalan menemukan fakta-fakta dan memberikan penafsirannya yang benar. Tetapi lebih dinamis lagi penelitian dilakukan terus menerus untuk memperbaharui lagi kesimpulan yang telah diketemukan. Tanpa usaha penelitian itu ilmu pengetahuan akan berhenti, bahkan akan surut ke belakang.
Ilmu pengetahuan berkembang atas dasar dilakukannya penelitian sedangkan penelitian masalah bagi suatu penelitian tergantung dari suatu kepentingan tertentu. Maka sebelum melakukan penelitian perlu diberi kejelasan nilai.



B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian penelitian ilmiah?
2.      Bagaimana kerangka berfikir ilmiah ?
3.      Bagaimana struktur penulisan ilmiah ?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari penelitian ilmiah.
2.      Untuk mengetahui kerangka berfikir berfikir ilmiah.
3.      Untuk mengetahui struktur penulisan ilmiah.















BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Penelitian Ilmiah
Tulisan/karangan pada hakikatnya merupakan organisasi ide/pesan secara tertulis. Jika kata itu dikaitkan dengan kata ilmiah, maka hasil organisasi ide/pesan itu disebut tulisan ilmiah. Tulisan ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya (keilmiahannya).[1]
Penelitian adalah terjemahan dari kata Inggris research. Dari itu ada juga ahli yang menerjemahkan research sebagai riset. Research itu sendiri berasal dari kata re, yang berarti “kembali” dan to search yang berarti mencari. Dengan demikian arti sebenarnya dari research atau riset adalah “mencari kembali”. Secara definisi bahwa penelitian adalah suatu penyelidikan yang terorganisasi.[2] Ilmiah yaitu menggunakan metode dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yaitu sistematis dan menggunakan metode penelitian dimana suatu hipotesis yang dirumuskan setelah dikumpulkan data obyektif secara sistematis, dites secara empiris.[3]
Penelitian menggunakan metode ilmiah (scientific method) disebut penelitian ilmiah (scientific research). Sehingga bisa dikatakan bahwa penelitian ilmiah adalah suatu penyelidikan yang terorganisasi dengan menggunkan metode ilmiah. Dalam penelitian ilmiah ini selalu ditemukan dua unsur penting, yaitu unsur pengamatan (observasi) dan unsur nalar (reasoning). Unsur pengamatan merupakan pengetahuan mengenai fakta-fakta tertentu yang diperoleh melalui kerja mata dengan penggunaan persepsi. Nalar adalah suatu kekuatan arti dari fakta-fakta, hubungan dan interelasi terhadap pengetahuan yang timbul.
Ilmu pengetahuan berkembang sesuai dengan perkembangan kebutuhan manusia. Sedangkan kebutuhan manusia adalah sesuatu yang berkembang di dalam dan bersama dengan perkembangan kebudayaan. Maka manusia selalu berupaya untuk menemukan prinsip-prinsip baru untuk mengantisipasi perubahan dan perkembangan kebutuhannya yang disebut dengan penelitian. [4]

B.       Kerangka Berfikir Ilmiah
Kerangka berfikir ilmiah merupakan landasan yang memberikan dasar-dasar pemikiran yang lebih kuat sebagai tempat berdirinya hasil-hasil penelitian tersebut.
Towsand mengatakan “bahwa manusia itu mempunyai sifat ingin tahu. Sedangkan di luar dirinya ada kejadian-kejadian yang merangsang yaitu persoalan (masalah). Hubungan antara rangsangan dari luar dan hasrat ingin tahu pada diri manusia itulah penyebab kenapa manusia selalu bertanya dan akhirnya menyelidiki.” Sedangkan Michael Bylear mengatakan “bahwa pada diri manusia ada sesuatu kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan ini hanya bisa dicapai apabila ada pengetahuan tentang kebutuhan itu. Sebelum ada pengetahuan tentang kebutuhan itu harus diadakan penyelidikan untuk mengetahui kebutuhan itu sendiri.”[5]

C.    Struktur Penulisan Ilmiah
1.      Pengajuan Masalah
Langkah pertama dalam suatu penelitian ilmiah adalah mengajukan masalah. Satu hal yang harus disadari bahwa suatu masalah tidak pernah berdiri sendiri dan disebabkan faktor-faktor lain.[6]
a.       Latar Belakang Masalah
Dalam suatu masalah selalu terdapat latar belakang dari suatu masalah tertentu. Masalah adalah suatu hal yang tidak lazim terjadi.
b.      Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah merupakan  suatu tahap permulaan dari penguasaan masalah dimana suatu obyek dalam suatu jalinan situasi tertentu dapat kita kenali sebagai suatu masalah.
c.       Pembatasan Masalah
Permasalahan harus dibatasi ruang lingkupnya, pembatasan masalah merupakan upaya untuk menetapkan batas-batas permasalahan dengan jelas, yang memungkinkan kita untuk mengidentifikasikan faktor mana saja yang termasuk ke dalam lingkup permasalahan dan faktort mana yang tidak.
d.      Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan apa saja yang ingin kita carikan jawabannya. Perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan terperinci mengenai ruang lingkup permasalahan yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah.
e.       Tujuan Penelitian
Setelah masalah dirumuskan dengan baik maka seorang peneliti menyatakan tujuan penelitiannya. Tujuan penelitian ini adalah pernyataan mengenai ruang lingkup dan kegiatan yang akan dilakukan berdasarkan masalah yang telah dirumuskan.
f.       Kegunaan Penelitian
Setelah itu maka dibahas kemungkinan kegunaan penelitian yang merupakan manfaat yang dapat dipetik dari pemecahan masalah yang dapat dari penelitian. 

2.      Penyusunan Kerangka Teoretis
Setelah masalah berhasil dirumuskan dengan baik maka langkah kedua dalam metode ilmiah adalah mengajukan hipotesis. Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang diajukan.
Agar sebuah kerangka teoritis dapat meyakinkan maka argumentasi yang disusun tersebut harus dapat memenuhi beberapa syarat. Pertama, teori-teori yang dipergunakan dalam membangun kerangka berpikir harus merupakan pilihan dari sejumlah teori yang dikuasai secara lengkap dengan mencakup perkembangan-perkembangan terbaru. Kedua, analisis teori-teori keilmuan yang mendasari pengetahuan tersebut dengan pembahasan mengenai prinsip yang mendasarinya. Ketiga, mampu mengidentifikasikan masalah yang timbul sekitar disiplin keilmuan tersebut. Pada hakikatnya kerangka berpikir dalam pengajuan hipotesis didasarkan pada argumentasi berpikir deduktif dengan mempergunakan pengetahuan ilmiah, sebagai premis-premis dasarnya.
Kerangka teoritis suatu penelitian dimulai dengan mengidentifikasi dan mengkaji berbagai teori yang relevan serta diakhiri dengan pengajuan hipotesis.

3.      Metodologi Penelitian
Setelah kita berhasil merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari pengetahuan ilmiah yang relevan maka langkah berikutnya adalah menguji hipotesis tersebut secara empiris. Artinya kita melakukan verifikasi apakah pernyataan yang dikandung oleh hipotesis yang diajukan tersebut didukung atau tidak oleh kenyataan yang bersifat faktual. Masalah yang dihadapi dalam proses verifikasi ini adalah bagaimana prosedur dan cara dalam pengumpulan dan analisis data. Penetapan prosedur dan cara ini disebut metodologi penelitian yang pada hakikatnya merupakan persiapan sebelum verifikasi dilakukan.
Metodologi adalah pengetahuan tentang metode-metode, jadi metodologi penelitian adalah pengetahuan tentang berbagai metode yang dipergunakan dalam penelitian. Setiap penelitian mempunyai metode penelitian masing-masing dan metode penelitian tersebut ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian.
Pada hakikatnya proses verifikasi adalah mengumpulkan dan menganalisis data dimana kesimpulan yang ditarik kemudian dibandingkan dengan hipotesis untuk menentukan apakah hipotesis yang diajukan tersebut ditolak atau diterima. Dengan demikian maka teknik-teknik yang tergabung dalam metode penelitian harus dipilih yang bersifat cocok dengan perumusan hipotesis.
Penyusunan metodologi penelitian mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a.       Tujuan penelitian secara lengkap dan operasional dalam bentuk pernyataan yang mengidentikasikan variable-variabel dan karakteristik hubungan yang akan diteliti
b.      Tempat dan waktu penelitian di mana akan dilakukan generalisasi mengenai variable-variabel yang diteliti
c.       Metode penelitian yang ditetapkan berdasarkan tujuan penelitian dan tingkat generalisasi yang diharapkan
d.      Teknik pengambilan contoh yang relevan dengan tujuan penelitian, tingkat keumuman dan metode penelitian
e.      Teknik pengumpulan data yang mencakup identifikasi variable yang akan dikumpulkan, sumber data, teknik pengukuran, instrument dan teknik mendapatkan data.
f.        Teknik analisis data yang mencakup langkah-langkah dan teknik analisis yang dipergunakan yang ditetapkan berdasarkan pengajuan hipotesis.

4.      Hasil Penelitian
Dalam membahas hasil penelitian tujuan kita adalah membandingkan kesimpulan yang ditarik dari data yang telah dikumpulkan dengan hipotesis yang diajukan. Secara sistematik dan terarah maka data yang telah di kumpulkan diarahkan pada sebuah penarikan kesimpulan apakah data tersebut mendukung atau menolak hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian dapat dilaporkan dalam kegiatan sebagai berikut :
a.       Menyatakan variabel-variabel yang diteliti
b.      Menyatakan teknik analisis data
c.       Mendeskripsikan hasil analisis data
d.      Memberikan penafsiran terhadap kesimpulan analisis data
e.      Menyimpulkan pengujian hipotesis apakah ditolak atau diterima

5.      Ringkasan dan Kesimpulan
Kesimpulan penelitian merupakan sintesis dari keseluruhan aspek penelitian yang terdiri dari masalah, kerangka teoritis, hipotesis, metodologi penelitian dan penemuan penelitian. Kesimpulan dapat diperinci ke dalam langkah-langkah sebagai berikut :
a.       Deskripsi singkat mengenai masalah, kerangka teoritis, hipotesis, metodologi dan penemuan penelitian
b.      Kesimpulan penelitian yang merupakan sistesis berdasarkan keseluruhan aspek
c.       Pembahasan kesimpulan penelitian dengan melakukan perbandingan terhadap penelitian lain dan pengetahuan ilmiah yang relevan
d.      Mengkaji implikasi penelitian
e.      Mengajukan saran

BAB III
ANALISIS

Dengan adanya penelitian yang merupakan suatu penyelidikan terorganisir yang disandingkan dengan sifat ilmiah dengan menggunakan metode dan prinsip – prinsip ilmu pengetahuan yang sistematis sehingga muncul suatu kesimpulan atau hipotesa yang dirumuskan setelah terkumpulnya data yang valid sesuai sistematika, sampai dikatakan kriteria ilmiah. 
Penggunaan literatur ilmiah sangat diperlukan dalam menentukan obyek analisis sehingga hipotesa yang dihasilkan dapat mengerucut pada hasil  dengan variabel-variabel yang dapat diteliti, dianalisis dan akhirnya dapat diterima.
Sehingga dengan penelitian yang telah diteliti yang menghasilkan sebuah kesimpulan maka hasrat keingintahuan seseorang akan terjawab karena telah didapatkan fakta yang sesuai dengan penelitian tersebut. 






BAB IV
PENUTUP

A.      Simpulan
Penelitian ilmiah adalah suatu penyelidikan yang terorganisasi dengan menggunkan metode ilmiah.
Manusia itu mempunyai sifat ingin tahu sedangkan di luar dirinya ada kejadian-kejadian yang merangsang yaitu persoalan (masalah). Hubungan antara rangsangan dari luar dan hasrat ingin tahu pada diri manusia itulah penyebab kenapa manusia selalu bertanya dan akhirnya menyelidiki.
Ada beberapa langkah dalam struktur penelitian ilmiah, pertama  yaitu pengajuan masalah yang didalamnya akan dibahas tentang, latar belakang, identifikasi, pembatasan, perumusan, tujuan penelitian, dan kegunaan penelitian. Kedua yaitu penyusunan kerangka teoretis, ketiga yaitu metodologi penelitian, keempat yaitu hasil penelitian, kelima yaitu ringkasan dan kesimpulan.

B.       Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis senantiasa dengan lapang dada menerima bimbingan dan arahan serta saran dan kritik yang sifatnya membangun demi perbaikan makalah berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Mohammad Nazir. 1988. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia
Drs. Anton Bakker, Drs. Achmad Charris Zubair. 1990. Metodologi Penelitian Filsafat. Yogyakarta: Kanisius
Jujun S.Suriasumantri. 2010. Filsafat Ilmu. Jakarta: Pustaa Sinar Harapan
Drs. Madyo Ekosusilo. 1995. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Semarang : Dahara Prize
Prof. Dr. S. Nasution, MA. 1996. Metode Research. Jakarta : Bumi Aksara
Drs. Mardalis. 1995. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proporsal. Jakarta : Bumi Aksara


[1] Drs. Madyo Ekosusilo, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, (Semarang : Dahara Prize, 1995).
[2] Mohammad Nazir, Metode Penelitian, (Jakarta : Ghalia Indonesia, 1988), hlm. 13
[3] Prof. Dr. S. Nasution, MA, Metode Research, (Jakarta : Bumi Aksara, 1996), hlm. 1
[4] Drs. Anton Bakker, Drs. Achmad Charris Zubair, Metodologi Penelitian Filsafat, (Yogyakarta: Kanisius 1990), hlm.15
[5] Drs. Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proporsal, ( Jakarta : Bumi Aksara, 1995), hlm. 15
[6] Jujun S.Suriasumantri, Filsafat Ilmu, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2010), hlm. 309

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates